Senin, 15 Mei 2017

Rajutan Kepedihan


dalam sepinya waktu

tak lelah ku sulam cinta dalam jiwa
dalam sunyinya lara
tak sirna ku rajut kasih di muara kalbu
bahwasanya akulah pengagum
di balik tabir rahasia

setiap senyum karismamu
melekat erat di benak malamku
menghantarkan hasratku ke tepi bahagia
walau arah nan jadi ruang pemisah

mengagumimu bukanlah dosa
tetes air mata dalam munajat
tiada terbilang oleh hitungan dalam
angka, dalam karakter

yang kagumi bayangmu berbalut kepedihan
yang datangi jiwamu dalam kehampaan
meski terkadang dalam bisu

ku kemas tetes -tetes bening yang jatuh
meski terkadang dalam senyumku
ku basuh luka merona oleh sikap acuhmu
aku tetaplah Pengagummu

yang menyulam sebuah harapan
di balik tirai yang mengurungku
dalam bias malam- malam sepiku
sampai bila airmataku kering

sampai bila napasku terhenti
ku masih di sini dalam malamku
merajut sejuta impian indah
bersama bayanganmu

Walau kadang batin serasa teriris
karena sikapmu
yang seakan tak perdulikan hadirku
namun pecayalah

ku kan tetap disini memeluk erat bayangmu
walau seakan belati yang menancap di dada
mengiris kepedihan untuk menyayangimu

ku kan tetap bertahan
menjaga cinta ini
walau mungkin
tak kau hiraukan !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biarkan aku merindukanmu..

Aku yang merindu.. Ditemani hamparan awan Bertemankan sang rembulan Berhiaskan bintang-bintang Tanpa aku sadari.. Rasa ini tumbuh da...